Tampilkan postingan dengan label Asal Usul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asal Usul. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Maret 2021

Kemegahan Candi Sukuh, Candi Porno??

 


    Kalian liat gambar diatas, betapa megahnya Candi ini. Kalian tau ini adalah candi Sukuh  ini terletak di  lereng Gunung lawu, di Dukuh Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Desa tersebut terletak berjarak 36 Kilometer dari kota Surakarta dan 20 Kilometer jika dari kabupaten Karanganyar. Situs ini merupakan situs sejarah yang dilestarikan oleh pemerintah sebagai Cagar Budaya wilayah Kabupaten Karanganyar.  Situs prasejarah ini dibangun pada masa akhir kerajaan Majapahit di abad ke-15.  Tujuan utama dibangunnya candi ini sebagai tempat acara Ruwatan (Pemujaan) pada keyakinan umat hindu pada jaman dulu. 



    
    Situs candi Sukuh ini pertama kali di laporkan oleh pemerintahan Britania Raya di tanah jawa pada tahun 1815. Thomas Stanford Rafless mengutus Johnson sebagai Residen Surakarta untuk mengumpulkan data di situs tersebut untuk menulis bukunya The History of Java. Setelah masa pemerintahan Britania Raya berlalu, terdapat arkeolog Belanda bernama Van der Vlis melakukan penelitian di situs candi sukuh pada tahun 1842. Setelah adanya peneitian tersebut, dilakukan pemugaran pertama pada tahun 1928 hingga 2016.
    Bentuk bangunan candi Sukuh berbeda dengan candi Prambanan maupun Borobudur, karena bentuk keseluruhan bangunannya menyeupai pemujaan di suku Maya, Meksiko. Selain  struktur bangunannya menyerupai pula bentuk Piramida di Mesir. Dari hasil penelitian arkeolog dari Belanda W.F. Stutterheim pada tahun 1930 menjelaskan tiga argumen. 
  1. Berdasarkan dari struktur pahatannya, bukan tukang batu, melainkan tukang kayu yang bukan pemahat wilayah Keraton Surakarta. 
  2. Berdasarkan hasil yang terlihat, pembuatan dilakukan secara tergesa-gesa sehingga hasil pahatannya terlihat kurang rapi dan tidak halus.
  3. Pada zaman itu keadaan politik kerajaan Majapahit diambang kehancuran, sehingga tidak memungkinkan membuat candi yang megah dan besar.

        
Kedua gambar tersebut terlihat hampir sama kan antara candi sukuh dan pemujaan suku Maya. Jika memasuki wilayah candi Sukuh, maka akan terlihat pintu utama, lalu memasuki gapura yang berbentuk trapesium dan memiliki atap diatasnya. Setelah masuk terdapat 3 halaman teras, yaitu:
  1. Gapura candi Sukuh (Sengkala mamet), 
  2. Penjaga pintu (Dwarapala) namun sudah rusak. 
  3. Relief dari Sadewa bersama pengiringnya, relief  Dewi Durga yang menjelma raksasa jahat. Relief Sadewa bersama punakawan berhadapan dengan Tambrapetra. Relief Sadewa bercengkrama dengan Tambrapetra dan putrinya, serta relief adu kekuatan Bima dengan raksasa. Selain relief, juga terdapat prasasti, patung garuda dan sebagainya. 
    



   

    Namun yang menjadi perhatian adalah candi sukuh ada yang menyebut sebagai candi porno, mengapa?. Hal ini karena terdapat beberapa patung yang erotis, yaitu patung pria yang tanpa busana, serta patung organ vital pria dan wanita seperti gambar diatas. Makna dari patung organ vital manusia sebagai lambang kesuburan manusia di muka bumi. Selain terdapat hal diatas, terdapat pula bangunan kecil di depan candi utama yang disebut candi pewara. Di bagian tengahnya, bangunan ini berlubang dan terdapat patung kecil tanpa kepala. Patung ini oleh beberapa kalangan masih dikeramatkan sebab seringkali diberi sesajian. Hingga sekarang candi Sukuh masih digunakan oleh umat hindu dalam melakukan pemujaan. 

Menarik bukan pembahasan diatas, semoga informasi ini bermanfaat untuk kalian yaa, terimakasihhh 😁😁

Senin, 01 Maret 2021

Asal Usul Patung Jamu serta Jamu Masa Kini

Jamu merupakan minuman tradisional yang dapat menjaga kesehatan tubuh. Kalian pasti pernah minum jamu kan ?😁. Jamu sangat digemari warga indonesia karena salah satu minuman tradisional yang tak kalah eksis dengan minuman modern lainnya. Pasti di daerah kalian ada penjual jamu keliling bahkan jamu gendong, jika penasaran sejarahnya yuk simak dibawah ini !


1. Asal Mula Jamu


Jamu merupakan suatu minuman tradisional khas indonesia yang menggunakan bahan alami asli sebagai warisan leluhur. Jamu berasal dari kata Jampi yang berarti penyembuhan, dan Usodo yang berarti kesehatan. Jamu memang minuman tradisional yang memiliki khasiat yang bagus untuk tubuh. Jamu identik dengan daerah jawa, hal ini disebabkan penjual jamu sebagian besar di daerah jawa. Kabupaten Sukoharjo memiliki pemasok penjual jamu terbesar, yaitu di Kecamatan Nguter. Jamu di Kecamatan Nguter, diprakarsai oleh Nyonya Yoso Hartono yang berasal dari Purwodadi, Jawa Tengah. Keluarga Nyonya Yoso berasal dari keluarga pembuat jamu secara turun temurun.

2. Jamu Gendong



Pasti kalian tahu jamu gendong kan?😀. Biasanya jamu gendong identik dengan wanita paruh baya dengan menggunakan wadah untuk membawa berbagai macam jamu serta digendong menggunakan kain panjang. Biasanya jamu gendong ini dijual dengan cara berjalan mengelilingi setiap rumah masyarakat. Mulanya, hal ini diprakarsai oleh Nyonya Yoso HartonoJamu yang dibuat oleh Nyonya Yoso sesuai dengan resep yang terdapat pada Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Namun setelah menikah, Nyonya Yoso pindah ke Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Dengan keahliannya dalam meracik jamu, beliau memulai berjualan dengan mengelilingi daerah sekitar dengan menggendong jamu yang telah disediakan, sekarang dapat disebut sebagai Jamu gendong. Semakin hari banyak warga di daerah tersebut melirik adanya usaha jamu yang berkembang milik Nyonya  Yoso ini, sehingga banyak warga yang tertarik membuat olahan jamu yang serupa sehingga melahirkan profesi warga sebagai jamu gendong. Sehingga Nguter dapat disebut kampung jamu

3. Patung Jamu


Bagi warga Sukoharjo dan sekitarnya pastinya tahu patung ini, terletak di Bulakrejo, Kec. Sukoharjo, Kab. Sukoharjo. Patung ini menggambarkan wanita paruh baya membawa jamu dengan cara digendong, dan lelaki paruh baya dengan membawa cangkul.. Selain itu Kecamatan Nguter memiliki banyak kios-kios jamu di sepanjang jalan. Hal ini menyebabkan perhatian kepada pemerintah Kabupaten Sukoharjo dengan mencanangkan sebagai Sentra Jamu pada Kecamatan Nguter. Selain pemerintah Kabupaten, hal ini dilirik oleh Mentri Koordinator Pembangunan dan Kebudayaan yaitu  Puan Maharani, dan meresmikan sebagai Pasar Jamu pertama di Indonesia dan membangun Cafe Jamu pada tanggal 18 Maret 2019 di Pasar Nguter. Sehingga Sukoharjo dijuluki sebagai Kabupaten Jamu dan membangun patung jamu sebagai Ikon kabupaten Sukoharjo.

4. Jamu Masa Kini


Pada masa pandemi Covid-19 sekarang, banyak masyarakat banyak mengonsumsi jamu sebagai minuman untuk menjaga kesehatan. Jamu tidak diartikan lagi minuman kuno, karena dengan berbagai kemasan yang unik dan melenial, jamu mulai merambah ke bisnis yang mulai digandrungi banyak pelaku bisnis melenial.



Dengan mengemas dengan apik serta unik, jamu dapat mengikuti perkembangan jaman hingga sekarang. Ayo kawan minum jamu !!😁😁